bedaan antara Aqidah, Tauhid dan Manhaj
Perbedaan antara Aqidah, Tauhid dan Manhaj
Istilah
aqidah, tauhid dan manhaj sangat sering kita dengar terutama di
kalangan penuntut ilmu. Istilah-istilah ini memiliki pengertian yang
berbeda apabila dirinci. Hendaknya penuntut ilmu berusaha memahami
hal ini, yang menujukkan ia berusaha paham dasar agama. Belajar agama
dari dasar merupakan cara beragama yang baik dan mengantarkan kepada
kebahagiaan. Kita tidak berharap tidak ada penuntut ilmu yang gemar
berdebat kusir padahal membedakan definisi dasar ini saja tidak
paham.
Manhaj Lebih Luas daripada Aqidah
Secara
umum, manhaj lebih luas dari pada aqidah karena manhaj adalah
metodologi beragama yang meliputi aqidah, akhlak, muamalah dan
lain-lainnya. Aqidah lebih luas daripada tauhid, karena aqidah
mencakup aqidah terkait apa yang Allah dan Rasul-Nya sampaikan kepada
kita meliputi aqidah terkait dengan mengesakan Allah (tauhid), aqidah
terhadap rasul-Nya, kitab-Nya, malaikat, hari akhir, takdir dan
lain-lain.
Syaikh
Shalih Fauzan menjelasakn bahwa manhaj lebih luas daripada aqidah,
beliau berkata:
ج
/ المنهج
أعم من العقيدة ، المنهج يكون في العقيدة
وفي السلوك والأخلاق والمعاملات وفي كل
حياة المسلم ، كل الخطة التي يسير عليها
المسلم تسمى المنهج .
أما العقيدة فيراد بها أصل الأيمان ، ومعنى الشهادتين ومقتضاهما هذا هي العقيدة
أما العقيدة فيراد بها أصل الأيمان ، ومعنى الشهادتين ومقتضاهما هذا هي العقيدة
“Manhaj
lebih umum daripada aqidah. Manhaj meliputi aqidah, perilaku, akhlak,
muamalah dan setiap hidup seorang muslim. Setiap langkah (metodologi)
yang di mana seorang muslim berjalan disebut dengan manhaj. Adapun
aqidah maksudnya adalah dasar iman, makna syahadat dan
konsekuensinya.” [Al-Ajwibatul Mufidah hal. 75]
Aqidah Lebih Luas daripada Tauhid
Aqidah
lebih luas daripada tauhid, syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan
bahwa aqidah itu mencakup tauhid, jadi aqidah lebih luas, beliau
berkata:
والعقيدة:
هي
ما يعتقده الإنسان بقلبه ويراه عقيدة
يدين الله بها ويتعبده بها، فيدخل فيها
كل ما يعتقده من توحيد الله والإيمان بأنه
الخلاق الرزاق وبأنه له الأسماء الحسنى
والصفات العلى
“Aqidah
adalah apa yang menjadi keyakinan kuat seseorang di hatinya dan ia
beranggapan dengan aqidah itu ia beragama dan menyembah Allah.
Termasuk di dalam cakupan aqidah adalah tauhid kepada Allah dan
beriman bahwa Allah Paha Pencipta, Maha Pemberi Rezeki dan Allah
memiliki asmaul husna dan sifat yang tinggi.” [Majmu’ Fatawa
syaikh Bin Baz 6/277]
Catatan Penting
-
Sebagian ulama tidak membedakan antara aqidah dan manhaj
Syaikh
Rabi’ bin Hadi al-Madkhali berkata,
أنا
سمعت الشيخ ابن باز لا يفرّق بين العقيدة
والمنهج ويقول:
كلّها
شيء واحد، والشيخ الألباني يفرّق، وأنا
أفرّق، أرى أنّ المنهج أشمل من العقيدة،
فالمنهج يشمل العقيدة ويشمل العبادات
ويشمل كيف تتفقّه ويشمل كيف تنتقد، ويشمل
كيف تواجه أهل البدع
“Aku
mendengar syaikh bin Baz tidak membedakan antara aqidah dan manhaj,
kedua hal ini sama. Syaikh Al-Albani membedakan dan aku juga
membedaan. Aku berpendapat bahwa manhaj lebih luas daripada aqidah.
Manhaj mencakup aqidah, mencakup ibadah dan mencakup cara berfikih,
mencakup metode mengkritik/menyangah dan menghadapi (menyanggah) ahli
bid’ah.” [sumber:
http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=31&id=318]
-
Sebagian ulama menyamakan antara aqidah dan iman
Syaikh
Shalih Al-Fauzan berkata,
العقيدة
هى الإيمان وهو ما يعتقده القلب ويؤمن
به، فالعقيدة والإيمان شئٌ واحد، وهما
من أعمال القلوب
“Aqidah
adalah iman yaitu apa yang menjadi keyakinan hati seseorang dan
beriman dengannya. Aqidah dan iman adalah sama. Keduanya merupakan
amalan hati.” [sumber :
https://www.alfawzan.af.org.sa/en/node/15448]
Demikian
semoga bermanfaat
@
Lombok, Pula Seribu Masjid
Penyusun:
Raehanul
Bahraen
Artikel
www.muslim.or.id
Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/52250-perbedaan-antara-aqidah-tauhid-dan-manhaj.html
Komentar
Posting Komentar